alampangandaran.com

TAMAN WISATA CAGAR ALAM PANGANDARAN

Cagar Alam Pananjung Pangandaran merupakan sebuah semenanjung indah yang dikelilingi oleh cagar alam dan dijadikan sebuah objek wisata di pangandaran,terletak di Desa Pananjung, Kabupaten Pangandaran Provinsi jawa barat.

Sejarah

Menurut sejarah pembentukannya, diduga Cagar Alam Pananjung Pangandaran dulu merupakan sebuah pulau kecil, yang kemudian terhubung dengan daratan pulau jawa akibat proses sedimentasi pasir. Pananjung sekarang berstatus sebagai cagar alam. Dari tempat ini orang dapat menyaksikan keindahan terbit dan terbenamnya matahari.

Sebelum di tetapkan sebagai Cagar Alam (CA) kawasan hutan pangandaran terlebih dahulu ditetapkan sebagai kawasan Suaka Margasatwa, hal ini berdasarkan Gb Tanggal 7-12-1934 Nomor 19 Stbl. 669, dengan luas 497 Ha, (luas yang sebenarnya 530 Ha) dan taman laut luasnya 470 Ha. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya setelah diketemukan bunga Raflesia Padma, status Suaka Margasatwa dirubah menjadi Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 34/KMP/1961.

Pantai Pananjung

Selain berfungsi sebagai taman nasional,Cagar Alam Pananjung Pangandaran juga berfungsi sebagai pantai dan laut. Di sana, pengunjung bisa melakukan beberapa aktivitas, seperti berjalan di pinggir pantai, berenang, joging,snorkeling, diving,tracking dan melihat peninggalan sejarah yang terdapat di sana.Biaya tiket masuk Cagar Alam Pananjung Pangandaran sebesar Rp.15.000- Rp.20.000 dan termasuk biaya untuk mengelilingi semenjanung selatan Pangandaran. Pananjung adalah sebuah hutan cagar alam yang dilindungi. Di dalamnya terdapat landak, kijang, burung,kupu-kupu,lutung,biawak, kalajengking dan monyet.

taman wisata cagar alam pangandaran

taman wisata cagar alam pangandaran

Peninggalan Sejarah

Selain flora dan fauna, di Cagar Alam Pananjung Pangandaran juga terdapat beberapa gua yang menarik dikunjungi, seperti: Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal dan juga gua peninggalan Jepang saat Perang Dunia II. Tentara Pendudukan Jepang dahulu memang pernah merencanakan kawasan ini sebagai benteng pertahanan mengantisipasi apabila Sekutu menyerang dari arah laut selatan. Hal itu nyatanya tidak terjadi karena Sekutu datang dari utara. Hasilnya gua-gua dan benteng pertahanan itu masih terpelihara dengan baik sampai sekarang.Terdapat empat buah goa, yaitu meliputi : Goa Lanang, Goa Rengganis, Goa Sumur Mudal, dan Goa Miring. Disebut Goa Lanang karena didalamnya terdapat bantuan endapan yang berbentuk seperti kemaluan laki-laki. Disebut goa Rengganis, karena disana terdapat sumber mata air jernih dan tawar yang konon dahulunya menjadi tempat Dewi Rengganis mandi ketika abad kerajaan Sunda yang berpusat di Ciawi Ciamis. Barangsiapa yang mandi atau mengusap muka, konon akan segera mendapatkan jodoh. (ini hanya sekedar dongeng).

taman wisata cagar alam pangandaran

Disebut Goa Miring, karena kalau masuk kedalamnya harus memiringkan badan sejauh 30 meter dan bila tidak, maka tidak akan bisa masuk. Kemudian, disebut Goa Sumur Mudal, karena didalamnya terdapat sumber air yang terus-menerus menetes dan ketika ditampung dengan ember atau tempat lainnya akan “mudal” dalam basa sunda yg artinya airnya tumpah karena penuh.

taman wisata cagar alam pangandaran

taman wisata cagar alam pangandaran

taman wisata cagar alam pangandaran

Selain gua, rupanya kawasan ini juga menyimpan sisa puing-puing peninggalan kerajaan Pananjung, Galuh, yaitu dinamai Batu Kalde.

taman wisata cagar alam pangandaran

taman wisata cagar alam pangandaran

Jenis Tumbuhan di Cagar Alam Pannjung Pangandaran

Jenis pohon yang penyebarannya paling tinggi di cagar alam Pananjung Pangandaran adalah andong, kemudian jenis lain yang cukup dominan adalah Laban. Sedangkan jenis pohon yang penyebarannya sangat minim di lokasi tersebut antara lain yaitu: Walikukun, Kelepu, Teureup, Menteng, Beringin, Walen, Jamura, Ki Huut, Renghas, dan Pulus. Selain pohon tersebut, terdapat beberapa jenis pohon introduksi di cagar alam ini seperti Salam, Jati, dan Huni yang tumbuh secara alami. Keberadaan pohon jati di lokasi, diperkirakan karena terjadi ekspansi pohon jati dari Taman Wisata Alam Pangandaran (TWAP) menuju cagar alam Pananjung Pangandaran dan apabila dilihat sejarah cagar alam ini, sekitar kurang lebih 70 tahun lalu di dalam kawasan ini terdapat pemukiman penduduk, sehingga ada kemungkinan bahwa pohon jati sengaja ditanam oleh penduduk yang tinggal di kawasan tersebut.

taman wisata cagar alam pangandaran

taman wisata cagar alam pangandaran

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s